Sebagai upaya memperkuat wawasan ideologi dan kebangsaan para kader, Pengurus Daerah (PD) Hidayatullah Kota Surabaya menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima’. Acara yang berlangsung di Masjid Aqshal Madinah, Kampus Utama Hidayatullah Surabaya ini mengusung tema strategis, yakni “Fiqh Siyasah Era Kontemporer”.
Kegiatan yang dihelat pada Jumat hingga Sabtu (24-25/4) ini menghadirkan narasumber berbobot, Ustadz Abdul Kholiq, Lc., MHI. Beliau merupakan Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah sekaligus Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat. Kehadiran tokoh nasional ini menjadi magnet bagi ratusan jamaah yang memadati area masjid sejak selepas Isya.
Fiqh Siyasah kontemporer bukan sekadar urusan memilih pemimpin, melainkan bagaimana nilai-nilai syariat mampu mewarnai kebijakan publik. Beliau menekankan bahwa kader Hidayatullah harus memandang politik dengan kacamata ibadah.
“Politik dalam Islam adalah shina’atul ma’ruf atau upaya menciptakan kebaikan di tengah masyarakat. Di era kontemporer yang penuh distorsi informasi, kita harus berpegang pada prinsip Al-Adalah (keadilan) dan Al-Amanah (integritas),” jelasnya di hadapan jamaah.
Tiga poin utama dalam berpolitik bagi kader:

Ketua PD Hidayatullah Surabaya, Zaenal Muttaqin, menegaskan bahwa pemilihan tema Fiqh Siyasah (fikih politik) sangat relevan dengan dinamika zaman saat ini. Menurutnya, kader Hidayatullah harus memiliki panduan syariat yang jelas dalam merespons isu-isu sosial-politik di era modern.
Acara Lailatul Ijtima’ ini tidak hanya diisi dengan ceramah ilmiah. Para peserta menjalani rangkaian kegiatan yang padat namun menyegarkan:
Menariknya, acara ini juga menjadi momentum penguatan ekonomi umat. Panitia melakukan kunjungan persiapan ke Sakinah Mart dan secara resmi melakukan launching Warung Pe De Surabaya. Launching ini dibarengi dengan sarapan pagi bersama seluruh peserta yang disediakan oleh panitia, di samping snack yang menemani selama sesi materi.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menghimbau para jamaah untuk tetap istiqomah dalam amal jariyah dengan membawa Infaq Gerakan Nasional Hidayatullah (GNH) serta infaq halaqoh sebagai bentuk komitmen dalam mendukung dakwah di Kota Pahlawan.
Reporter: Adib