Logo DPD Hidayatullah Surabaya
Dialog Tokoh DPD Hidayatullah Kota Surabaya, Pakar UTM Dorong Pesantren Pelopori Kedaulatan Pangan
Sorotan Terbaru

Dialog Tokoh DPD Hidayatullah Kota Surabaya, Pakar UTM Dorong Pesantren Pelopori Kedaulatan Pangan

dialog tokoh.jpeg 1008.91 KBSURABAYA - Pondok pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kedaulatan pangan nasional. Di tengah tantangan ketahanan pangan global dan ketergantungan Indonesia terhadap impor, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga pelopor gerakan pertanian produktif berbasis komunitas.Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Dialog Tokoh yang menghadirkan pakar ekonomi sumber daya alam dan lingkungan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr. Ir. H. Slamet Subari, M.Si., di Aula Rahmad Rahman, Pesantren Hidayatullah Surabaya, Sabtu (17/10/2026).Kegiatan yang berlangsung pukul 05.00-06.30 WIB setelah salat Subuh tersebut dipandu Abah Ahmad Suyanto, selaku Kepala Departemen Pengkaderan.Dalam pemaparannya, Slamet Subari yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian UTM menekankan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.Menurutnya, ketergantungan pada impor pangan tidak hanya berimplikasi terhadap pengeluaran negara, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas pasokan dalam negeri ketika terjadi krisis global, konflik geopolitik, maupun gangguan rantai distribusi internasional.“Kita tidak bisa menitipkan urusan perut 288 juta rakyat Indonesia pada kebaikan negara lain. Belajar dari pandemi Covid-19 dan ketegangan global seperti perang Ukraina, stabilitas pasokan dalam negeri adalah harga mati,” tegasnya.Optimalisasi Lahan dan Pemulihan Kesuburan TanahUntuk memperkuat kedaulatan pangan, Slamet memaparkan dua strategi yang perlu mendapat perhatian, yakni optimalisasi lahan potensial dan pemulihan kesuburan tanah melalui pendekatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.Pertama, optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan secara produktif. Ia menyoroti potensi lahan rawa pasang surut dan rawa lebak yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian, terutama sawah, melalui kajian teknis dan pengelolaan yang tepat.Dalam paparannya, ia menyebutkan potensi lahan tidur nasional mencapai 33,4 juta hektare, dengan sekitar 9,3 juta hektare dinilai layak untuk dikembangkan menjadi sawah produktif. Pemanfaatan lahan tersebut, menurutnya, perlu mempertimbangkan aspek kelayakan teknis, biaya, keberlanjutan lingkungan, serta kesesuaian tata ruang.Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi pembiayaan dalam program perluasan areal tanam. Pengembangan lahan yang telah memiliki potensi pertanian dinilai perlu menjadi salah satu pertimbangan sebelum membuka lahan baru yang membutuhkan investasi besar.Kedua, restorasi kesuburan tanah melalui pemanfaatan teknologi probiotik dan praktik pertanian organik. Slamet menjelaskan bahwa pengelolaan tanah yang kurang tepat serta penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas tanah dan produktivitas pertanian.Karena itu, upaya pemulihan kesehatan tanah melalui pemanfaatan mikroorganisme yang bermanfaat, perbaikan bahan organik, dan penerapan praktik budidaya yang berkelanjutan perlu dikembangkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.Dalam paparannya, ia juga menyinggung potensi teknologi probiotik untuk mendukung pemulihan kondisi tanah dengan tambahan biaya yang relatif terjangkau. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan diuji berdasarkan hasil budidaya di lapangan.Pesantren sebagai Pelopor Pertanian Berbasis KomunitasDialog yang diselenggarakan setelah salat Subuh ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga momentum untuk mendorong keterlibatan jaringan pengkaderan Hidayatullah dalam pengembangan sektor pertanian.Slamet mengajak jaringan pengkaderan Pesantren Hidayatullah untuk mengambil peran nyata melalui gerakan pertanian organik berbasis komunitas. Pesantren, menurutnya, memiliki potensi untuk menjadi pusat edukasi, percontohan, dan penggerak pemberdayaan masyarakat di bidang pangan.Gerakan tersebut dapat dimulai melalui pemanfaatan lahan pesantren, pengembangan kebun produktif, edukasi pertanian kepada santri, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan setempat.Dengan langkah konkret tersebut, pesantren diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.Kegiatan Dialog Tokoh ini menjadi bagian dari upaya Departemen Organisasi Hidayatullah Surabaya untuk memperluas wawasan kader dan mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi masyarakat. Kesadaran akan pentingnya kedaulatan pangan diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut menjadi gerakan produktif yang berkelanjutan.dialog tokoh dpd.jpeg 861.89 KBDepartemen Organisasi Hidayatullah Surabaya

Baca Selengkapnya
Majelis Murobbi Hidayatullah Rayon Surabaya Perkuat Pembinaan Jamaah Rabbani
Sorotan Terbaru

Majelis Murobbi Hidayatullah Rayon Surabaya Perkuat Pembinaan Jamaah Rabbani

MMR Surabaya.jpeg 80.04 KBSurabaya-Hidayatullah Surabaya menggelar kegiatan Majelis Murobbi Rayon (MMR) Rayon Surabaya sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembinaan umat dan konsolidasi ruhiyah para pengemban amanah halaqah. Mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Murobbi untuk Mewujudkan Jamaah yang Rabbani dan Solid,” forum ini menjadi wadah penguatan metodologi pembinaan di tengah pesatnya tantangan dan distraksi informasi zaman modern.Majelis Murobbi Rayon (MMR) merupakan forum pembinaan intensif yang dikhususkan bagi seluruh alumni Wustho di lingkup Rayon Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, terhitung sejak Jumat hingga Sabtu, 25–26 September 2026, bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, tepatnya di Aula Rahmat Rahman serta Masjid Aqshol Madinah.Fokus utama dari penyelenggaraan MMR ini tidak sebatas pada proses transfer ilmu semata, melainkan juga menekankan penguatan peran murobbi sebagai sosok teladan, penguat jamaah saat lemah, pengingat ketika terjadi pergeseran arah, hingga pendoa saat nasihat lisan tak lagi mencukupi. Pembinaan yang sabar, ketaatan pada ilmu yang benar, serta keteladanan nyata dinilai menjadi kunci utama dalam menumbuhkan jamaah yang rabbani, tunduk, ikhlas, istiqamah, dan kokoh dalam kebaikan.Rangkaian kegiatan MMR dikemas melalui kajian intensif dan pendalaman manhaj yang mencakup empat materi pokok. Materi-materi tersebut meliputi Kajian Tafsir As-Sa’di QS Al-Muzzammil ayat 13–20, Kajian Tafsir Hadits QS Al-Qalam, materi Ke-Hidayatullahan atau Manhaj Hidayatullah, serta Pengelolaan Halaqah yang Efektif. Selain pendalaman materi keagamaan dan keorganisasian, para peserta juga mendapatkan pembekalan teknis berupa Fire Fighting Training yang dipandu langsung oleh tim SAR Hidayatullah Jawa Timur.Penguatan Ruh Perjuangan dan Pembekalan TeknisMelalui forum ini, seluruh peserta diajak untuk meluruskan niat, menata kembali hati, memperdalam pemahaman ilmu, dan mengokohkan ruh perjuangan dalam membina umat secara tulus. Pendekatan pembinaan berbasis keteladanan dan sentuhan hati dipandang sangat krusial agar membina manusia tidak sekadar membuat mereka tahu, tetapi juga mendorong kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik.Melalui kegiatan ini, Majelis Murobbi Hidayatullah Rayon Surabaya diharapkan mampu melahirkan para murobbi yang memiliki kedalaman ilmu, kelembutan hati, keteguhan jiwa, serta keikhlasan pengabdian. Hal tersebut sejalan dengan spirit “Bersama Membina Umat, Menyiapkan Generasi,” dengan meyakini bahwa pembinaan satu jiwa yang dilakukan secara ikhlas dapat menjadi titik awal lahirnya generasi yang dekat kepada Allah SWT.MMR Sby.jpeg 241.97 KBTelah dimuat di Hidayatullahjatim.com Reporter: AdibEditor: Aminudin

Baca Selengkapnya
Cetak Generasi Penerus Perjuangan, DPD Hidayatullah Rayon Surabaya Gelar Daurah Marhalah Ula Bagi Para Aktivis
Sorotan Terbaru

Cetak Generasi Penerus Perjuangan, DPD Hidayatullah Rayon Surabaya Gelar Daurah Marhalah Ula Bagi Para Aktivis

pembukaan DMU.jpeg 109.53 KBSurabaya-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Rayon Kota Surabaya sukses menggelar kegiatan perkaderan “Daurah Marhala Ula” untuk Aktivis Hidayatullah Kota Surabaya yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 18–19 September 2026. Berlokasi di Aula Rahmad Rahman, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah (PPH) Surabaya, acara ini dihadiri oleh puluhan kader dan pengurus daerah. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya sistematis dalam menggembleng mental serta komitmen keislaman para aktivis demi membina umat dan menyiapkan generasi penerus perjuangan.Ketua DPD Hidayatullah Kota Surabaya, Ust. Zaenal Muttaqin, menegaskan pentingnya pembinaan berjenjang ini bagi penguatan kapasitas internal organisasi. Menurutnya, keberlanjutan dakwah sangat bergantung pada kualitas ideologi dan militansi para kader di tingkat basis.“Lembaga yang besar tidak hanya melahirkan program, tetapi juga melahirkan generasi yang siap meneruskan perjuangan. Melalui Daurah Marhala Ula ini, kami ingin memastikan seluruh aktivis memiliki pemahaman yang utuh terhadap komitmen keislaman dan kelembagaan,” kata Ust. Zaenal Muttaqin di Kampus Utama PPH Surabaya, Jumat (18/9/2026).Rangkaian acara dimulai pada Jumat sore pukul 15.45 WIB dengan agenda registrasi peserta dan pembukaan resmi oleh perwakilan DPW Hidayatullah Jatim. Setelah sesi pra-tes dan dinamika kelompok mengenai problematika kehidupan modern, para peserta menerima pemaparan materi inti yang terbagi dalam tujuh sesi intensif hingga Sabtu malam.DMU.jpeg 154.64 KBFakta berdasar dokumen rundown acara menunjukkan ketatnya jadwal pelatihan yang memadukan penguatan spiritual dan pemahaman naskah dakwah. Beberapa pemateri nasional dan pimpinan wilayah hadir menyampaikan materi khusus, seperti Ust. Nurhuda, M.Pd. yang mengisi materi Pra-Wahyu, Ust. Indra Rauf, S.Pd. tentang Al-Alaq (Makna dan Konsekuensi Syahadat), Ust. Dr. Mashud, M.Si. menyampaikan materi Al-Qalam (Komitmen Hidup Berqur’an), serta Ust. Marni Mulyana, Lc., M.Th.I. yang membawakan materi Al-Muddatsir (Komitmen Berdakwah).Selain itu, Ust. Ahmad Baihaqi, Lc. turut menggembleng peserta melalui dua materi penting, yakni Al-Muzammil (Membekali Diri dengan 7 Az-Zimat) dan Al-Fatihah (Komitmen Berjama’ah), sebelum akhirnya memimpin prosesi ikrar dan penutupan pada Sabtu (19/9/2026) pukul 22.00 WIB.Penguatan Komitmen Kader dan Evaluasi KegiatanPenyelenggaraan pelatihan ini didukung penuh oleh berbagai jaringan lembaga pendukung Hidayatullah, di antaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Pos Dai, Rumah Wakaf, Sakinah, serta PT Lentera Jaya Madina. Dukungan institusional ini memastikan seluruh fasilitas pelatihan, pembimbingan (fasilitator), dan pendampingan halaqah berjalan optimal selama 24 jam penuh.Di akhir sesi pelatihan, panitia melakukan penyerahan lembar evaluasi dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Sesi dilanjutkan dengan pembacaan ikrar kader yang disaksikan langsung oleh perwakilan Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jatim.Guna memastikan objektivitas dan kedisiplinan proses pelatihan, berikut petikan evaluasi dan konfirmasi pelaksanaan antara pihak fasilitator dan panitia penyelenggara di akhir kegiatan:“Bagaimana hasil post-test dan kedisiplinan peserta selama mengikuti seluruh sesi materi dari Jumat hingga Sabtu malam?” tanya Ust. Adib selaku Fasilitator.“Secara keseluruhan, seluruh aktivis memenuhi standar kehadiran dan kelulusan. Pemahaman terhadap komitmen berjama’ah dan 7 Az-Zimat mengalami peningkatan signifikan berdasarkan hasil evaluasi post-test,” ujar Ust. Ahmad Baihaqi, Lc. di Aula Rahmad Rahman PPH Surabaya, Sabtu (19/9/2026).*aminudin /adminhidayatulahjatim.com

Baca Selengkapnya
Refreshing Baca Kitab DPC Hidayatullah Mulyorejo: Mengubah Belajar Kitab Menjadi Hobi yang Menyenangkan
Sorotan Terbaru

Refreshing Baca Kitab DPC Hidayatullah Mulyorejo: Mengubah Belajar Kitab Menjadi Hobi yang Menyenangkan

Baca Kitab.jpeg 90.4 KBSURABAYA, 12 September 2026 — Belajar ilmu agama tidak harus selalu identik dengan suasana formal dan berat. Semangat itulah yang coba dibangun oleh DPC Hidayatullah Mulyorejo Kota Surabaya melalui kegiatan “Refreshing Baca Kitab dengan Alumni Timur Tengah”, sebuah forum pembelajaran diniyah yang dikemas secara santai, interaktif, dan berkelanjutan.Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap selesai salat Ashar di Masjid Aqshal Madinah, Ponpes Hidayatullah Surabaya, Jalan Kejawan Putih Tambak VI No. 1, Surabaya. Lokasi kegiatan juga terbuka untuk berpindah sesuai kesepakatan para peserta.Mengusung tema “Dengan refreshing baca kitab, jadikan hobi dan kesukaan; baca kitab jadi menyenangkan, bukan beban,” kegiatan ini menjadi ruang bagi para pengurus DPC Mulyorejo dan jamaah sekitar untuk kembali mendalami khazanah keislaman melalui pembelajaran kitab secara langsung.Kegiatan dipandu oleh Ustaz Ilham Akbar, Lc., M.H. alumnus Mesir (Timur Tengah). Proses pembelajaran diawali dengan doa bersama. Selanjutnya, ustadz pembimbing membacakan kitab secara talaqqi, kemudian masing-masing peserta mendapatkan kesempatan membaca kitab dengan bimbingan murobbi atau ustadz.Pembacaan tersebut dilanjutkan dengan penjelasan tafsir atau arti dari materi yang dikaji. Di akhir sesi, peserta bersama-sama menyusun kesimpulan, membahas tindak lanjut, dan menutup kegiatan dengan doa bersama.Dari Dua Peserta, Terus BertumbuhSalah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah proses pertumbuhannya. Kegiatan yang pada awalnya hanya diikuti sekitar dua orang tersebut mulai berkembang menjadi tiga peserta dan diharapkan terus bertambah.Saat ini jumlah peserta diperkirakan sekitar 5–6 orang, yang terdiri dari jamaah, pengurus DPC Hidayatullah Mulyorejo, serta masyarakat sekitar.Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya minat yang semakin baik terhadap kegiatan belajar kitab yang dikemas secara sederhana dan tidak membebani peserta.Gerakan Belajar yang Tumbuh dari BawahRefresing Baca Kitab.jpeg 89.29 KBLebih dari sekadar kegiatan belajar, Refreshing Baca Kitab juga menjadi contoh gerakan pembinaan yang tumbuh dari inisiatif pengurus di tingkat bawah.Program ini lahir dari gagasan dan kebutuhan para pengurus DPC Mulyorejo, bukan semata-mata menunggu program dari tingkat atas. Pendanaan kegiatan pun diupayakan secara mandiri dari para anggota, sehingga kegiatan dapat berjalan secara swadaya dan berkelanjutan.Semangat bottom-up inilah yang diharapkan menjadi inspirasi bagi DPC lainnya di Kota Surabaya untuk mengembangkan kegiatan pembinaan diniyah yang aktif, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan para pengurus serta masyarakat di wilayah masing-masing.Tafaquh Fiddin, Bekal Penting Aktivis DakwahDalam kegiatan tersebut, Ustadz Ilham Akbar, Lc., M.H. menekankan pentingnya pemahaman tafaqquh fiddin bagi para aktivis dakwah dan pengurus DPC maupun ranting.Menurutnya, para pengurus yang berada di tengah masyarakat merupakan salah satu garda terdepan dalam pembinaan umat. Karena itu, penguatan pemahaman keagamaan menjadi bekal penting agar aktivitas dakwah tidak hanya berjalan secara organisatoris, tetapi juga memiliki landasan ilmu yang kuat.Semangat belajar kitab pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rutin, tetapi dapat melahirkan pengurus yang semakin siap menjadi penggerak dakwah dan pembinaan umat di tengah masyarakat.Menjadikan Kitab sebagai Teman, Bukan BebanKegiatan Refreshing Baca Kitab dengan Alumni Timur Tengah membawa pesan sederhana namun penting: mempelajari kitab tidak harus menjadi beban.Dengan suasana yang lebih cair, bimbingan langsung, serta kesempatan bagi peserta untuk membaca dan memahami isi kitab secara bertahap, belajar agama diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sekaligus kesukaan.Dari forum kecil di Mulyorejo, diharapkan lahir semangat yang lebih besar semangat untuk terus belajar, memahami agama, dan menghidupkan tradisi keilmuan di tengah aktivitas dakwah dan pembinaan masyarakat.DPC Mulyorejo berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu model pembinaan diniyah yang sederhana, mandiri, serta berkelanjutan di lingkungan pengurus dan masyarakat Kota Surabaya.Departemen Organisasi Hidayatullah Kota Surabaya

Baca Selengkapnya

Konsultasi
Keluarga Sakinah

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya, memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk berkonsultasi tentang persoalan seputar keluarga, syariah dan juga lainnya, konsultasikan persoalan anda semoga kami bisa membantu.

Explore More

AGENDA KEGIATAN

Tuesday, 14 July 2026 • 17:00 WIB

Selesai

Pleno Rutin DPD minggu ke 3

Kantor DPD Surabaya

Friday, 17 July 2026 • 11:40 WIB

Selesai

Shalat Jumat Minggu Ke 3 Juli 2026

Masjid Aqshal Madinah

Saturday, 18 July 2026 • 12:00 WIB

Selesai

Rapat gabungan DPD Surabaya

Kantor DPD Surabaya

Friday, 24 July 2026 • 11:20 WIB

Selesai

Shalat Jumat Pekan Ke 4 Juli 2026

Masjid Aqshal Madinah

Friday, 24 July 2026

Selesai

Majelis Murobbi Rayon (MMR)

Ponpes Hidayatullah Surabaya

Friday, 31 July 2026 • 11:15 WIB

Selesai

Sholat Jumat Minggu Ke 5 Juli 2026

Masjid Aqshal Madinah

Tuesday, 01 September 2026 • 15:45 WIB

Selesai

Rapat Pleno

Kantor DPD Hidayatullah Kota Surabaya

Sunday, 06 September 2026 • 07:45 WIB

Selesai

Kegiatan Halaqoh Usroh

Keputih Tegal No 25 Keputih Surabaya

Tuesday, 08 September 2026 • 15:45 WIB

Selesai

Rapat Pleno DPD Surabaya

Kantor DPD Hidayatullah Kota Surabaya

Tuesday, 29 September 2026 • 16:00 WIB

Selesai

Rapat Pleno Rutin

Kantor DPD Hidayatullah Kota Surabaya

Lihat Seluruh Agenda →

Our Partner

Kami bekerja sama dengan berbagai institusi terpercaya untuk memperluas jaringan dan dakwah.

Partner 1
Partner 2
Partner 3
Partner 4
Partner 5