
Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap selesai salat Ashar di Masjid Aqshal Madinah, Ponpes Hidayatullah Surabaya, Jalan Kejawan Putih Tambak VI No. 1, Surabaya. Lokasi kegiatan juga terbuka untuk berpindah sesuai kesepakatan para peserta.
Mengusung tema “Dengan refreshing baca kitab, jadikan hobi dan kesukaan; baca kitab jadi menyenangkan, bukan beban,” kegiatan ini menjadi ruang bagi para pengurus DPC Mulyorejo dan jamaah sekitar untuk kembali mendalami khazanah keislaman melalui pembelajaran kitab secara langsung.
Kegiatan dipandu oleh Ustaz Ilham Akbar, Lc., M.H. alumnus Mesir (Timur Tengah). Proses pembelajaran diawali dengan doa bersama. Selanjutnya, ustadz pembimbing membacakan kitab secara talaqqi, kemudian masing-masing peserta mendapatkan kesempatan membaca kitab dengan bimbingan murobbi atau ustadz.
Pembacaan tersebut dilanjutkan dengan penjelasan tafsir atau arti dari materi yang dikaji. Di akhir sesi, peserta bersama-sama menyusun kesimpulan, membahas tindak lanjut, dan menutup kegiatan dengan doa bersama.
Dari Dua Peserta, Terus Bertumbuh
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah proses pertumbuhannya. Kegiatan yang pada awalnya hanya diikuti sekitar dua orang tersebut mulai berkembang menjadi tiga peserta dan diharapkan terus bertambah.
Saat ini jumlah peserta diperkirakan sekitar 5–6 orang, yang terdiri dari jamaah, pengurus DPC Hidayatullah Mulyorejo, serta masyarakat sekitar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya minat yang semakin baik terhadap kegiatan belajar kitab yang dikemas secara sederhana dan tidak membebani peserta.
Gerakan Belajar yang Tumbuh dari Bawah

Program ini lahir dari gagasan dan kebutuhan para pengurus DPC Mulyorejo, bukan semata-mata menunggu program dari tingkat atas. Pendanaan kegiatan pun diupayakan secara mandiri dari para anggota, sehingga kegiatan dapat berjalan secara swadaya dan berkelanjutan.
Semangat bottom-up inilah yang diharapkan menjadi inspirasi bagi DPC lainnya di Kota Surabaya untuk mengembangkan kegiatan pembinaan diniyah yang aktif, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan para pengurus serta masyarakat di wilayah masing-masing.
Tafaquh Fiddin, Bekal Penting Aktivis Dakwah
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Ilham Akbar, Lc., M.H. menekankan pentingnya pemahaman tafaqquh fiddin bagi para aktivis dakwah dan pengurus DPC maupun ranting.
Menurutnya, para pengurus yang berada di tengah masyarakat merupakan salah satu garda terdepan dalam pembinaan umat. Karena itu, penguatan pemahaman keagamaan menjadi bekal penting agar aktivitas dakwah tidak hanya berjalan secara organisatoris, tetapi juga memiliki landasan ilmu yang kuat.
Semangat belajar kitab pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rutin, tetapi dapat melahirkan pengurus yang semakin siap menjadi penggerak dakwah dan pembinaan umat di tengah masyarakat.
Menjadikan Kitab sebagai Teman, Bukan Beban
Kegiatan Refreshing Baca Kitab dengan Alumni Timur Tengah membawa pesan sederhana namun penting: mempelajari kitab tidak harus menjadi beban.
Dengan suasana yang lebih cair, bimbingan langsung, serta kesempatan bagi peserta untuk membaca dan memahami isi kitab secara bertahap, belajar agama diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sekaligus kesukaan.
Dari forum kecil di Mulyorejo, diharapkan lahir semangat yang lebih besar semangat untuk terus belajar, memahami agama, dan menghidupkan tradisi keilmuan di tengah aktivitas dakwah dan pembinaan masyarakat.
DPC Mulyorejo berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu model pembinaan diniyah yang sederhana, mandiri, serta berkelanjutan di lingkungan pengurus dan masyarakat Kota Surabaya.
Departemen Organisasi Hidayatullah Kota Surabaya